Warung Bebas
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

2013/04/23

1001 Puisi Cinta Romantis

Puisi Cinta - Pada hari yang cukup mendung ini saya bermaksud untuk memberikan Puisi Cinta Romantis yang sangat cocok bagi anda yang sedang di mabuk cinta, cinta itu indah sekali namun ada saatnya cinta itu perih sekali dan bahkan gara-gara cinta ada yang sampai gila bahkan saling membunuh. 

puisi cinta

Puisi Cinta ini bagusnya di kasirkan sama pacar-pacar anda supaya dia lebih cinta dan lebih romantis. Puisi ini saya kemas dan dipilah dari berbagai sumber baik itu dari media tulisan maupun media elektronik.

Langsung saja kita lihat Puisi Cinta di bawah ini
"Cerita cinta kita telah berakhir
Tak ada lagi kisah yg tertulis
Dalam lembaran diary
Kini kosong tanpa coretan pena

Ingin ku tulis kisah cinta masa lalu
Namun ku takut mengulik kesedihanku
Ingin ku menulis kerinduanku
Namun ku takut membelenggu

Jiwaku yg inginkan kisah lalu
Mengulang dalam hidupku
Namun hatiku tak ingin kan kamu
Akhir sebuah cerita cinta kita
Bukan akhir dari segalanya"

"TuHan...
Salahkah Aq mencintainya..
Tuhan...
Salahkah Aq menyayanginya..
Rasa CiNta yg Begitu besar Pdanya.
Membuat Dirku Bahagia.
Tuhan..
Hanya padamu Aq memohon..
hanya padamu aQ berserah..
Ijinkan hidup dan matiku bersamanya."
"Aku yakin dengan cintamu
Walau terkadang hatiku merasa ragu
Namun ku tanam kepercayaan dihatiku
Bahwa kau tak kan mengecewakan ku

Aku harap dengan cintamu
Aku menemukan kebahagiaanku
Yang selama ini ku dambakan dalam hidupku
Bahagia bersama pujaanku"

"Sering kali kau tanyakan padaku
Tentang cintaku
Tentang rasaku
Dan juga tentang harapanku

Sering kali juga ku jawab pertanyaanmu
Cintaku hanya kamu
Rasa ku hanya untukmu
Dan harapanku adalah ingin memiliki mu

Masihkah kau ragu
Atas ketulusan cintaku
Atas semua perhatian ku padamu
Semua ku curahkan hanya untukmu

Jika memang kau ragu
Lupakan saja aku
Dari pada membuat beban hatimu
Keraguan mengusai jiwamu"
" Indah Mencintaimu "

kau Bagai Mentari..
Yang terangi Hari hariqU..
Kau Bagaikan embun Pagi..
Yg sejukan Seluruh JiwaQu..
Senyumanmu Begitu Indah..
tutur KataMu Damaikan JiwaQu..
Kau bagaikan Rembulan..
Yang tunJukan jalan HidupqU..
kau Bagaikan Bintang..
yan menghiasi Jaln Hidupku..
Qau harus tahu..
ku mencintaimu lebh dri siapapun..
kau harus tahu..
Ku menyayngimu lebih dr apapun...

" Cinta "

Cinta,,
Pernahkah kau tahu kalo hati ini pernah mendambakan kamu.
Pernahkan kau rasakan besarnya rasa rindu ini untukmu.
Ingin hati ini meraihmu tapi dirimu semakin menjauh dariku.
Cinta,,
Semakin ku mencoba menggapaimu..Semakin aku tak mampu.
Memang kata itu singkat tapi sangat bertahta di hatiku.
Karena kata cinta itu telah membuatku terbelenggu.
Dan tak mampu tuk lepaskan aku dari ikatan kata itu...
Cinta...Cinta...Cinta.
" Sekian lama diri ini kau tinggalkan
Bahkan kau lupakan
Kenangan masa lalu kau dan aku

Kau Berjanji untuk bersatu mengarungi samudera biru cinta
Namun kau tinggalkan aku dalam kekosongan jiwa
Kau lupakan aku dalam kenangan mu

Kau tak pernah perduli lagi padaku
Sejak ada dia di hatimu
Kau memang tak tau malu
Mengrobal kata cinta di atas penderitaanku

Kini ku hanya berharap
Kan menemukan peganti dirimu
Yang lebih menyayangiku
Dan tak pernah melupakan ku seperti mana dirimu
Mencampakkan dan melupakan aku dalam hidupmu"

Demikianlah Puisi Cinta yang dapat saya berikan, semoga dapat bermanfaat bagi anda semuanya, nanti kalau saya sudah punya puisi cinta yang baru lagi saya postingkan lagi ok.

2013/03/06

Puisi Ibu Tercinta Paling Indah

Puisi Ibu - Kali ini Bersasi akan memberikan Puisi untuk Ibu Tercinta, Ibu merupakan orang yang rela berkorban nyawa bagi kita yang telah dilahirkannya, dia mengandung kita selama sembilan bulan dan selama itu dia tidak bisa tidur dengan nyenyak.

puisi ibu

Jasa seorang Ibu yang begitu luar biasa kasih sayang nya tidak pernah akan terbalas, kita sebagai anaknya harus sepantas nya membuat mereka selalu bahagia dan senang. Salah satu caranya yaitu dengan menciptakan atau memberikan Puisi Ibu kepada ibu kita meski hanya sebuah Puisi Ibu tapi maknanya yang terkandung sangatlah dalam dan menjiwai sekali.

Kasih sayang dan cinta kasih seorang ibu bagaikan sinar surya yang menyinari dunia tidak akan pernah habis. Tentunya kita sebagai anak tentunya haruslah berbakti kepada kedua orang tua kita karena tanpa mereka kita tidak akan ada di dunia ini.
Hanya Darimu Bunda

Bunda..
Andai peluhmu sewaktu menimangku dapat kuseka dengan
rasa maafku..
Mungkin tak cukup walau diri ini memohon maaf atas
segalanya..

Kenapa aku dulu begitu berani akan dirimu..
Bunda.. Setiap jejak langkah berat bebanmu ketika
merawatku..
Tak kurasakan sekarang dalam hidupku..
Masih pantaskah aku harus durhaka kepadamu.
Masih pantaskah aku harus mengatakan tidak akan
permintaanmu..

Bunda..
Setiap nafas yang kau hembuskan, usaha berat engkau
anggap ringan..
Hanya untukku, untukku agar tetap bertahan dalam sebuah
kehidupan..

Bunda.
Sepanjang jalan dan tak akan pernah putus kasih
sayangmu..
Namun dariku, hanya sepanjang galah yang terkesan
semu..

Bunda..
Terimakasih untuk adamu..
Terimakasih untuk kasih sayangmu..
Terimakasih telah memaafkanku..
Terimakasih untuk kehidupan yang engkau usahakan
untukku..

Anakmu..
Hanyalah setitik debu penuh kesalahan..
Hanyalah sebatang ranting rabuh di atas dahan..
Hanyalah semut kecil di tengah hutan..
Yang akan tersesat tanpa genggaman hangat seorang
penyayang sepertimu bunda..

Anakmu..
Yang hanya tau menuntut tak patut..
Yang hanya tau merengek tak sopan..
Yang hanya tau dirinya sendiri tanpa takut..
Tanpa takut menyakitimu wahai sang sandaran..
Jiwa dan hatiku. Hidup dan jalanku..

Terimakasih bunda.. Untuk setiap air susu yang mengalir
dalam darahku..
Tanpanya.. Aku tak akan pernah mampu menghirup udara
kehidupan..
Berteman dengan alam, mengarungi nafas dunia
bersamamu..
Terimakasih karena selalu menyayangiku..

Hanya darimu bunda..
Kudapatkan selimut kasih sayang tanpa batas dan
balasan..
Ya Allah.. Kuatkan langkah Bundaku..
Selalu beri Ia kebahagian atas segala Ridhomu..
Amin..

BUNDA


Bunda...
Bunda...
Usiamu kini tak lagi muda
Tapi aku jua belum bisa apa-apa

Bunda...
Bunda...
Kakimu tak sekuat dulu
Menopang tubuh dan juga aku dikala mengandungku

Bunda...
Bunda...
Tak ada yang berubah dari kasih dan sayangmu
Meski mataku terbelalak namun tak sesadar itu

Bunda...
Bunda...
Lidahmu penawar segala sakitku
Dan tamparmu penyadar hidayahku

Bunda...
Bunda...
Tak ada yang sepadan sebuah kata kias
Karna hanya '' BUNDA '' itu jua yang pas
 ENGKAULAH SURGAKU


Hari ini aku bertanya
Untuk diriku sendiri
Sederhana, tapi tak sesederhana itu
Untuk menjawabnya

Butuh waktu
Perjuangan
Kesungguhan
Entah...apa lagi

Tanya yang harus ku jawab
Dengan, benar..pasti
Hingga ku yakin
Itu...pasti benar

Tuhan..Engkau bilang
Surga ditelapak kaki ibu
Makna yang terbalut bahasa
Yang sulit ku terjemahkan

Biarkan ku coba mencari
Mulai hari ini..dan seterusnya.
Hingga kutemui...
Kudapati semua jawab

Ibu...
Ijinkan aku mencari Surgamu
Yang masih rapat...tersimpan
Di rimbun belantara hidup

Ibu...
Kumohon petuahmu
Apa kan kubuat
Untuk bahagiamu

Ibu...
Tunjukkan padaku
Arah mana kan ku tuju
Timur, selatan, barat atau utara
Tuk kudapat ungkap semua-jawab

Satu Harapan Mereka

Satu malam satu lembar saja.
Diam dan mulailah menuliskannya.
Bukankah janjimu ingin jadi sarjana ?
Janganlah membuat mereka menetaskan air mata.

Bukankah harapan mereka tidak mengada-ada?
Hanya ingin melihat mu menjadi sarjana.

Baju toga itu,
Mengeringkan keringat mereka,
Menghapus air mata mereka,
Membayar semua pengorbanan mereka.

Ingat ..
Bukan emas dan permata sebagai bentuk balas jasa.
Tapi ..
Hanya kata-kata sederhana
sarjana saja....!!!

Lupakah kamu waktu meraka mengantarmu ke kota...?
Mereka pulang lalu mengatakan kepada sesiapa saja
bahwa anak mereka sekarang kuliah
Dan menjadi calon sarjana.
Mereka lalu menjual apa saja yang ada
Menghemat uang belanja.
TANGISAN MATA BUNDA

Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku

Seonggok Cacian selalu menghampiri mu
secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu

Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata pada ku
Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku

Mungkin Puisi Ibu di atas tidak cukup untuk menggantikan jasa-jasa ibu kita, namun setidaknya kita sudah berusaha untuk menghormati dan membahagiakan ibu kita. Terimakasih
 

Suka - Suka Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger